Posts

"Bercerai"

Mulanya saya bersama dengan kawan sejawat sedang berdiskusi ringan sore itu. Bersenda gurau layaknya sekumpulan remaja tua yang haus akan hiburan. Awalnya terasa seru sampai saat matahari mulai terbenam, mendadak pembahasannya berubah menuju topik lumayan menegangkan (setidaknya untuk saya).  Ada berita viral akhir-akhir ini yang seliweran muncul di media sosial dan menarik perhatian masayarakat urban, selain isu polusi udara yang menyerang kota Jakarta. Tak lain dan tak bukan adalah perselingkuhan 2 publik figur melalui aplikasi chat dan dianggap netizen yang maha benar sesuatu yang kurang normal. Bukan whatsapp, bukan line, bukan room chat lainnya, namun aplikasi layanan logistik berbasis online, sebut saja Gojek.  Sore itu rasanya menjadi semakin riuh, berpacu dengan kerasnya suara klakson dan knalpot racing di jalanan. Dari yang awalnya hanya menganalisa teknis berselingkuh melalui aplikasi yang tak terduga itu, hingga pembahasan topik yang semakin menarik perhatian saya, ...

Apakah Kontemplasi akan bermanfaat untukku?

Setiap manusia di muka bumi ini, pasti pernah mengalami pasang surut nya kehidupan. Tidak terkecuali saya. Ada kalanya setiap masalah yang sedang dihadapi atau pernah di hadapi, rasanya otak ingin membuncah dan melontarkan kata-kata ke siapa saja yang siap sedia mendengarkan (dalam arti “curhat”) Tapi tidak semua lawan bicara, bisa/betah mendengarkan bacotan kita yang memang kalau lagi stress atau semrawut pasti akan sulit dimengerti oleh orang lain. Jangankan oleh orang lain, mendengarkan ocehan diri sendiri saja terkadang buat kita pusing sendiri. Pada suatu siang hari dimana saya bersama dengan salah seorang kolega kantor, memutuskan untuk makan siang bersama. Sebut saja namanya Andi. Siang itu Andi terlihat sangat murung. Wajahnya tampak surut dan bicara nya sangat irit, walaupun Andi yang saya kenal memang selalu bicara irit sih, namun siang itu tidak seperti biasanya. Andi, dikenal sangat tertutup, tidak suka mengumbar cerita pekerjaannya apalagi cerita pribadi nya. Andi ad...

Benarkah “life begin at 30?”

  Bahkan aku baru saja ingin memulai. Maksud ku aku baru saja bisa memulai. Memikirkan setiap detail langkahku. Yang tadinya aku hanya berbelok ke kiri mengikuti arah angin, kini tiap centimeter langkah kecil, penuh dengan makna. Selama ini aku merasa sudah mengetahui segalanya. Sok mengerti akan setiap kejadian sekitar. Aku terlaku sok tau tentang isi pikiran dan hati orang lain. Sampai saat ini, aku duduk mengetik hal di atas, aku baru menyadari, aku bahkan tidak paham isi pikiran dan hati ku sendiri. Ada suatu ketika, dimana aku menghadapi suatu kejadian yang cukup membuat diriku cukup tertampar & hati seakan baru saja dihantam barbel 5 kilo. Aku tidak akan mencerritakan detail, karena bisa saja inii tidak cukup berat untuk sebagian orang, tapi teramat berat untuk level kekuatan mental ku. Hingga cukup membuatku hanya berdiam diri selama 3 hari di kamar, tidur sepanjang waktu seakan aku sangat malas berinteraksi dengan makhluk apapun juga. Saat itu aku berpikir, apa gu...